Sederet Alasan Orang yang Dulu Kamu Benci, Justru Sekarang Jadi Orang yang Kamu Cintai

6-alasan-kamu-sering-terjebak-cinta-yang-berawal-dari-benci 6-alasan-kamu-sering-terjebak-cinta-yang-berawal-dari-benci

Si A: Jangan berantem terus, nanti lama-lama jadi suka lho!

Si B: Hati-hati, benci juga bisa jadi cinta….

Kamu: Ih apa sih, masa iya aku bakal jatuh cinta serupa dia?

Pendapat teman-temanmu itu sering meMempankan hati kamu panas. Bahkan modar-matian kamu coba menyangkalnya, sampai kapan pun hatimu nggak akan pernah luluh ala dia. Namun, apa boleh kata, kamu senpribadi nggak pernah punya kuasa untuk melarang cinta datang. Membuat kamu adil-adil pusing.

Kenapa kudu jatuh cinta setara dia? ???? Gengsi kali!

Sudah lah, cinta itu tetap anugrah meski kehadirannya tak Berbanding dengan harapan. Sebab semakin tekanan kamu menolaknya, cinta pun justru akan semakin awet menarikmu. Hanya saja untuk membuat kamu minim tenang, Hipwee akan mengulas jumlah argumen apa sebab kamu bisa terjebak cinta yang berawal dari benci. Simak tidak sombong-tidak sombong ya!

1. Cinta dan benci itu bedanya tipis banget, bisa jadi keduanya pun asal di waktu berpasan tanpa kamu sadari

Cinta dan benci itu tidak serupa tipis, bisa jadi lebih tipis dari rambut kamu yang dibelah menjadi tujuh. Sampai-sampai kamu senpribadi nggak pernah sadar dengan pertidak serupaan di antara keduanya. Apalagi jika keduanya hadir di durasi berserupaan, kamu akan dibuat resah dan gelisah tak berujung.

Perasaan dan pikiran kamu pun akhirnya menciptakan berdebatan sendiri. Kenapa sih bisa berkenan klop dia? Kenapa perlu dia? Gila, dia itu kan nyebelin banget!

2. Sadar atau nggak, rasa benci membuat kamu memperhatikan dia lebih detail daripada orang lain

((Dalam hati)) Tuh kan, udah aku tebak dia pasti bakal ngomong gitu. Biar apa sih? Biar dibilang lebih mumpuni gitu! Huft….

Mulai dari stalking media sosialnya, tak jarang kamu mengkritik apa yang diunggahnya di sana. Sampai-sampai kamu maklum kebiasaan lain dia, atau bahkan maklum apa yang kira-kira akan diomongkan olehnya. Sedangkan orang lain yang mungkin dekap dengan dia saja belum tentu memperhatikannya seperti yang kamu lakukan.

Nggak cuma rasa suka yang meTokcerkan kamu memperhatikan seseorang, tapi rasa benci pun bisa. Bahkan kamu yang katanya benci setengah modar justru memperhatikan dia lebih detail daidi orang lain. Makanya pernah ada yang bilang, orang yang membenci kamu itu seloyalnya orang yang paling sayang denganmu.

3. Kebiasaaan kalian berdebat, justru menciptakan kamu dan dia lama-lama dampil. Bahkan jalinan emosi kalian bisa lebih awet

Semua orang mengerti kalian itu diibaratkan Tom and Jerry. Setiap kali bertemu, nggak lengkap rasanya kalau nggak melahirkan perdebatan kecil atau sekedar memasang wajah permusuhan. Jika kamu dan dia berada di satu forum diskusi berkembar, sudah bisa dipastikan adu argument yang di dominasi oleh kalian berdua akan terjadi. Namun, ternyata Tuhan selalu punya cara mempersatukan dua orang anak manusia dalam ikatan batin juga cinta.

Seiring berjalannya batas, kebiasaan kalian berdebat justru menjalin ikatan emosi di antara kamu dan dia. Perdebatan atau permusuhan lah yang melahirkan kalian bisa mengerti satu serupa lainnya, dan paham bagaimana saling mengisi kekurangan.

4. Dia memang menyebalkan sekali. Tapi kadang, ketidakhadirannya justru meTokcerkan hati ketatmu bertanya-tanya

Kamu: Eh mana si rese, tumben dia nggak ikut meeting biasanya paling semangat datang ke kantor.

Teman Kamu: Sakit…. Eh, tapi kok tumben sih kamu nanyain dia? Cieee, kangen ya?!

Kangen? Awalnya kamu menepis tuduhan itu. Tapi selesai dipikir-pikir lagi, hati kamu pun bertanya-tanya, apa iya aku kangen setara dia? Kan dia menyebalkan sekali. Buat apa juga kangen setara orang macam dia?!

Setiap bertemu bawaannya kesal melulu. Tapi sekalinya tak bertemu rasanya seperti ada yang kurang dan bisa jadi itu rindu. Sebenarnya ini pun pas seperti ketika kamu doyan dengan seseorang dan terbiasa bertemu. Di mana kamu tetap memiliki keterikatan dengannya yang tak hanya perihal emosi semata.

5. Terkadang benci jadi alat untuk menghindari cinta bersemi, meski akhirnya tetap saja kamu akan cinta dia setengah wafat

Bisa jadi juga, kamu secocoknya sudah mulai bersedia kembar dia. Tapi sayangnya, nervous sering menciptakan kamu salah tingkah. Atau secocoknya kamu nggak cuma khawatir perasaan itu akan tumbuh subur, tapi kamu pun terlintas Risau jika dia maklum yang secocoknya.

Akhirnya kamu menjadikan sikap ketusmu alat untuk menutupi sekaligus menghindari cinta semakin bersemi. Meski semakin kamu berusaha padat menghindar dan menutupi, cinta kepada tetap saja setengah aub. Bikin hatimu ini keki, serta bingung pantas ngapain lagi.

6. Cinta yang kamu rasa memang seringnya tak berlogika. Mau benci sebenci-bencinya, eh ternyata ujung-ujungnya kamu jatuh cinta

Cinta memang beroperasi dengan cara yang asrarus dan tak pernah kita sangka-sangka. Sudah berkali-kali menepis perasaan serta pikiranmu itu dengan rasa benci, tapi ujung-ujungnya kamu justru cinta setengah ayal. Kamu pun dibuat bingung, kenapa hal ini bisa terjadi? Semua seperti berjalan di luar kendali orangmu senorang. Perlahan-lahan cinta mematahkan gengsi yang selama ini kamu junjung agung-agung.

Benar kata orang, cinta sering kali tak berlogika. Sebab cinta bisa berlabuh kapan saja dan pada orang yang terduga ~